Suku Abui di Kampung Adat Takpala NTT by Devita

0
452

Bukan hanya pesona bawah lautnya yang kaya, namun juga kebudayaan yang masih dipertahankan oleh masyarakatnya. Siang itu saya berkesempatan untuk mengunjungi kampung adat Takpala yang berada di Dusun III Kamengtaha, Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Kampung Adat Takpala ini dapat ditempuh selama 20 menit dari pusat kota Kalabahi. Sesampai disana saya disuguhkan pemandangan luar biasa indah yakni laut luas dari atas bukit. Meskipun begitu saya masih harus berjalan kaki lagi menaiki bukit untuk sampai di desa Takpala dan bertemu warga lokalnya.

 

Saya disambut oleh salah satu pemandu wisata lokal yang tinggal di kampung adat Takpala ini dan beliau mulai bercerita banyak hal. Jika kamu membuat janji untuk kunjungan ini, kamu juga akan disuguhkan dengan tarian lego-lego. Lego-lego tarian khas Takpala yang ditarikan dengan cara setengah lingkaran. Kemudian memutar di tumpukan batu yang biasa digunakan suku setempat untuk melakukan ritual adat. Namun sayangnya saya tidak mendapat kesempatan untuk menikmati tari lego-lego saat ini. Oh ya, Kampung ini dihuni oleh suku Abui yang kesehariannya memanfaatkan hasil alam terutama hutan dengan cara berladang atau berburu. Meskipun jaraknya tidak jauh dari pusat kota Kalabahi, di kampung ini belum ada penerangan loh karena memang suku setempat masih mempertahankan kehidupan yang murni dari alam. Rumah adat di kampung Takpala ini berupa rumah panggung yang bentuknya menyerupai piramida yang biasa disebut rumah Lopo. Disini juga ada salah satu rumah tradisional yang berlantai 4 terbuat dari jalinan bambu. Lantai 1 adalah tempat rapat, lantai 2 tempat tidur dan masak, lantai 3 tempat menyimpan makanan dan lantai 4 untuk menyimpan barang-barang pusaka yang akan dipakai jika ada kegiataan adat yang konon rumah ini bisa menampung 13 KK sekaligus.

Sebagai tamu, saya ditawarkan untuk mengenakan pakaian adat mereka. Pakaian adat disini menggunakan sehelai kain tenun saja di lengkapi dengan aksesoris gelang, kalung, ikat pinggang, ikat kepala dan uniknya ditambah dengan gelang kaki untuk wanita. Sementara pakaian adat untuk pria dilengkapi dengan atribut panah untuk berburu dan parang yang mencerminkan kehidupan sehari-hari suku Abui.

Para mama suku Abui disini berkegiatan membuat kerajinan tenun dan aksesoris-aksesoris tangan maupun kaki. Selain digunakan untuk acara adat, kerajinan yang mereka buat juga akan dijual pada pengunjung. Oh ya, selain suku Abui, di Alor juga masih banyak lagi kampung-kampung adat dengan ciri khas dan kebudayaan masing-masing. Mudah-mudahan saya di beri kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat lain di Alor. Hehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here