Short trip to Surabaya & Malang – Edisi nemenin Ryan seminar :)

0
274

Short trip to malang dan surabaya

Hellooooo! Short trip kali ini adalah kota kelahiran saya! Yaitu surabaya dan malang.
Berawal Ryan mendapatkan undangan dari sebuah universitas di Malang,

dan ada seorang rekan yang menikah si Surabaya,

dan ada juga rasa kangen dengan kuliner di Surabaya dan malang maka terlaksana lah trip kali ini… Hehehe….

Day 1

Trip dimulai dari sabtu pagi tgl 24 September 2016, kami berangkat ke Surabaya dengan penerbangan Citilink jam 7.30. Penerbangan ke surabaya berlangsung dengan lancar. Tidak ada keterlambatan flight, nice take off dan comfort landing dengan cuaca yang cerah, hampir tidak ada turbulensi rasanya sih… Sebab di perjalanan kami berdua tertidur, hihihi…. Maklum sehari sebelumnya Ryan Pulang larut dari Sukabumi, dan saya juga tidur larut karena ada yang harus diselesaikan.

Sampai di Surabaya kami sudah ditunggu oleh panitia acara dari seminar yang dihadiri oleh Ryan. Dan kami langsung menuju ke Malang dengan menggunakan mobil. Oh ya, mungkin ada yang tanya, kenapa tidak ke malang langsung, bukannya ada flight dari Jakarta ke malang langsung, nampaknya karena faktor waktu penerbangan juga sehingga panitia memutuskan hal tersebut, lepas dari bandara Juanda sekitar jam 10 pagi, dan perjalanan menuju Malang dimulai.

Lalu lintas menuju Malang relatif padat dan banyak titik kepadatan, wah bahasanya udah mirip TMC Poldametro aja nih, hahaha…. Hal ini menurut driver kami karena adanya arus dari Surabaya ke malang di jumat dan sabtu pagi,

malang adalah salah satu tujuan wisata, dimana pertumbuhan wisata di areal kota Batu begitu pesat belakangan, kalau yang saya selama ini tau hanya Jatim Park dan museum Angkut, sekarang banyak sekali! Wah kali ini nampaknya kami gak akan bisa kesana dan berkeliling, kami pastikan next time mau ah!

Jam 11 lewat kami berhenti sejenak di rumah makan Ibu Kris, Bu Kris adalah rumah makan yang sudah banyak cabang nya dengan asal pusat nya ya dari Surabaya. Baik Ryan dan saya memesan ayam penyet, dan teh hangat.
Makanan datang dan hmm….

Inilah keistimewaan dari Bu Kris, rasanya baik di cabang dan pusat selalu lezat. Standarisasi yang sangat baik dari rumah makan yang satu ini. Hal yang berbeda adalah teh nya! Bila di Jawa Timur dan Tengah juga sih, kalau memesan teh tanpa pesan khusus yaitu teh tawar maka yang akan datang di meja adalah teh manis! Alhasil saya mendapatkan teh manis dari yang semula berharap tawar. Hehehe….

Selesai bersantap pagi menuju siang kami melanjutkan perjalanan. Dan perjalanan berlangsung dengan macet dan padat, sehingga saya dan Ryan beberapa kali tertidur dalam perjalanan.

Jam menunjukkan jam 14 lewat dan kami baru memasuki kota Malang. Kami segera di drop di hotel. Hotel kami di Malang yang di order oleh panitia adalah Hotel Ollino Garden.

Sesampai di Hotel kesan pertama kami adalah hotel ini bernuansa klasik dan ditengah kota, ya sebab posisinya di belakang dari kantor walikota. Hotel ini memiliki lobby yang ceiling atau langit-langit nya tinggi sehingga nuansa klasiknya semakin terasa ketika memasuki area lobby.

Kamar terasa luas dengan terdapat tempat duduk dan bersantai dibelakang kamar hotel juga cukup nyaman. Namun memang bagi sebagian orang yang tidak menyukai hotel dengan nuansa klasik, maka hotel ini tidak akan terasa nyaman. Karena hotel ini merupakan salah satu hotel yang memang sudah lama dan dipugar.

Namun secara kebersihan boleh diberikan nilai 7/10. Sayangnya koneksi Internet dengan wifi pada saat itu sedang rusak dan sinyal di kamar, karena kami mendapatkan kamar di lantai dasar dibelakang lobby, juga tidak begitu bagus sehingga poin ini cukup menyulitkan kami.

Tidak berlama-lama kami berada di kamar. Drop koper kami di kamar, dan inilah yang kami tunggu-tunggu! Pergi melepaskan kangen dengan makanan MALANGGGG! hehehe….

Ryan yang memang sudah niat sampai di Malang makan sate Ponorogo maka kami langsung memesan taksi di lobby untuk menuju Sate Si Boen di jalan Kawi. Jalan Kawi tidak jauh dari hotel Ollino dan di jalan ini merupakan areal kuliner di Malang.

Hanya kurang dari 10 menit kami sudah sampai di depan Sate Si Boen. Dengan langkah pasti kami masuk. Sambil masuk, Ryan yang memang sudah lama tidak ke tempat ini berkata bahwa dari kedatangannya 15 tahun yang lalu tempat ini masih tidak berubah. Seperti biasa kami mulai memesan sate dari jumlah sedikit yaitu 1 porsi saja alias 10 tusuk. Karena memang kami berminat untuk makan sate Ponorogo lagi tapi di tempat yang lain serta mencoba kuliner lain sampai malam! Hahaha….

Sate datang diatas meja, kami menyantapnya…. Dan…. Kami kekurangan! Alhasil porsi ke 2 di pesan, datang di meja…. Dan kurang! Dan terus berlanjut ke porsi selanjutnya hingga akhirnya kami harus check out setelah 45 tusuk untuk berdua, hihihi….

Berjalan-jalan sebentar setelah menyantap sate untuk berfoto dan melihat area sekitar, dan kami memasuki restoran yang khas dengan oriental nya hanya beberapa Bangunan disamping sate Si Boen yaitu Depot Widari. Di tempat ini kami memesan 1 menu yaitu Tamie Cap Cay, ya hanya memesan 1 menu yang menjadi andalan di tempat makan ini dan alasan lainnya adalah agar kami masih kuat untuk makan yang lain hahaha….

Makanan datang, wahhhh…. Koq porsi nya besar banget, bisa-bisa gak bisa makan yang lain lagi nih, Ryan udah keliatan kenyang sebelum makan, hahaha…. Namun, begitu suapan pertama, Hmmmm…. Sayurnya begitu renyah dan bumbunya terasa gurih. Alhasil yang semula kami merasa sudah agak kenyang ‘dihantam’ 45 tusuk sate, lupa kenyangnya dan habisssss.

Nampaknya kami sudah selesai berkuliner di Jalan Kawi ini, kami beranjak dengan menggunakan taksi ke beberapa makanan yang khas dari malang, sekarang kami akan ‘berburu’ bakso dan bakwan! Hehehe….

Meluncurlah taksi kami ke Bakwan Subur. Lokasi Bakwan Subur ini jauh dari lokasi kami semula yaitu Jalan Kawi, berkisar 5-6 kilometer. Jadi jangan coba-coba naik becak ya. Hehe…

Biasanya bila ingin mendapatkan menu lengkap dari Bakwan Subur ini, sebaliknya datanglah lebih pagi. Namun apalah daya, sampai juga sudah siang, dan sate adalah prioritas suami tercinta, maka konsekuensi tidak dapat menu lengkap sampai kehabisan di Bakwan Subur ini harus diterima nih.

Berselang 15 menit sampai lah taksi kami di Bakwan Subur. Dan benar saja. Etalase nya sudah kosong, wah lemas deh udah abis nih. Namun kami agak Beruntung karena yang sudah habis adalah gorengannya, yang bakwa dan bakso nya masih ada! Yippee!!! Lanjut lah kami menyantap 1 porsi berdua semangkok Bakwan Subur ini.

Emmhhh…. Terasa sekali bahwa dating nya diolah dengan alami, tidak terlalu kenyal, dengan tekstur yang lembut serta kuah yang hangat namun gurih membuat Ronde ke 3 dari marathon kuliner kami terasa puas!

Nah, selesai dari sini, kami juga penasaran dengan salah satu keluarga baso dan Bakwan di Malang yang kabarnya nge Hits banget. Namanya Bakso Presiden. Sudah tentu kami melaju ke tempat ini. Dari lokasi Bakwan Subur, Bakso Presiden tidak begitu jauh karena sejalan dengan jalan pulang kami.

Sampai di Bakso Presiden, dari parkirannya sudah terasa bahwa ini ramaiii! Turun dari taksi, posisi Bakso ini unik karena disamping real kereta, dimana kami datang sudah sore menjelang malam, aroma khas warung pinggiran yang ramah terasa dari posisi dan model tempat nya.

Masuk ke dalam Bakso Presiden kami cukup kaget karena antrian untuk memesan sudah mengular. Saya mengantri dan Ryan mencari tempat karena khawatir kami memesan dan tempat duduk nya penuh.

Antrian yang saya lakukan ini ternyata cukup lama, hampir 15menit saya antri dan baru bisa memesan. Apa yang kami pesan adalah 1 porsi paket Bakso dan Bakso bakar. Bakso Bakar ini nampak sekali sebagai suatu makanan yang khas di tempat ini karena hampir semuanya memesan menu ini.

Kami menyantap Bakso nya, wah memang lezat Bakso nya, sehingga meskipun sudah Ronde ke 3, kami tetap merasa semangat untuk menghabiskan. Bakso olahan yang terasa segar dan Bakso bakar yang terasa unik bila harus dinilai kami memberikan nilai 7.5/10 untuk Bakso Presiden ini.

Nampaknya cukup sudah kami marathon 4 kuliner langsung nih. Karena sudah terasa begitu kenyang dan penuh sekali perut. Hehehe….

Kami melaju pulang dengan taksi yang sama, namun menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh dirumah. Sejalan dengan jalan pulang kami, kami mampir di pusat oleh-oleh yang terkenal dengan pia nya. Namanya adalah Mangkok.

Tempat oleh-oleh Mangkok ini cukup lengkap untuk kita bisa membeli oleh-oleh baik yang Khas Malang sampai Khas Jawa Timur pada 1 tempat. Dengan tempat yang nyaman maka kami kira untuk yang tidak mau repot keliling membeli oleh-oleh tempat ini tepat sekali.

Selesai dari tempat oleh-oleh taksi kami menuju hotel dan jam sudah menunjukkan waktu jam 8. Maka beristirahatlah kami di hotel karena esok hari Ryan pagi-pagi sudah akan menghadiri seminar.

End day 1 at Malang….

Part 2 Short Trip to Malang dan Surabaya

Day 2.
Pagi hari kami mengawali dengan breakfast di hotel. Begitu kami bersiap untuk check out sekaligus makan pagi.

Pintu kamar dibuka, dan kami cukup kaget. Terasa sekali bahwa hotel ini begitu ramai. Sepanjang hari kemarin, kami hampir tidak mendapati sebuah keramaian di hotel ini, dan kamipun mengira bahwa hotel ini sepi dari pengunjung yang bermalam. Ternyata hal itu salah dan terlihat di lobby begitu ramai yang beraktivitas dan juga tengah melakukan sarapan pagi.

Kami sarapan di restoran yang terdapat di seberang dari lobby. Mengambil beberapa makanan dan mulai menyantapnya. Wah. Ternyata breakfast di hotel ini memberikan nilai poin karena makanannya cukup enak dilidah kami untuk sebuah sarapan di hotel.

Tidak berapa lama kami sudah dijemput dan Ryan seminar dan saya sebagai istri yang baik mengikuti serta menemani seminar sampai selesai. Nanti kita lanjut lagi kuliner nya setelah acara ini ya. Haha…

………

Selesai dari acara seminar, kami langsung diantarkan ke Surabaya, karena pada hari minggu ini, ada teman saya yang menikah di Surabaya. Perjalanan dari Malang sama seperti kami pergi menuju Malang, padat dan macet. Sehingga jam 14.00 kami berangkat dari Malang dan kamipun baru tiba di Surabaya dan check in di hotel kami di Surabaya yaitu Midtown Hotel hampir jam 17.30.

Bergegas kami bersiap-siap untuk menghadiri resepsi dan kamipun tiba sekitar jam 19.00 di acara resepsi tersebut.

Jam 20.00 meskipun acara resepsi masih berlangsung, kami harus meninggalkan lebih awal karena kami masih ada ‘misi khusus’ si Surabaya ini. Jadi kami keluar dan memesan taksi online untuk menuju ke tempat perhentian pertama marathon kuliner hari ini yaitu restoran Halim

Rumah makan ini terkenal dengan burung Dara goreng nya yang begitu fresh dan diolah dengan bumbu yang khas sehingga membuat kami kangen untuk kembali ke sini apabila ke Surabaya.

Selesai dari tempat ini, kami kembali memanggil taksi online dan menuju tempat makan kedua yang juga merupakan khas dari Surabaya, yaitu Bon Cafe.

Hanya 5 menit dari restoran pertama kami menuju Bon Cafe terdekat, dimana Bon Cafe memiliki banyak cabang di Surabaya.

Kami juga hanya memesan 1 menu yang menjadi favorit kami di Bon Cafe yaitu Chicken Gordon Blue. Sambil menunggu makanan kami keluar dan memang agak lama kami menghabiskan waktu dengan ngobrol dan berfoto di Bon Cafe ini, dimana tempat nya begitu nyaman, dingin dan memiliki design yang menarik untuk berfoto. Sekitar 15 menit santapan Ronde kedua kami datang.

Karena rasa kangen dengan makanan ini, maka nampaknya waktu mempersiapkan makanan ini untuk sampai ke meja menjadi lebih lama dibandingkan waktu kami ‘mengeroyoknya’ berdua.

Hehehe…. Dengan keju yang melted didalamnya serta tekstur lembut daging, hampir saja kami memesan 1 lagi untuk makanan ini bila kami tidak ingat bahwa setelah ini akan ada makanan yang lain mau kami santap. Hehe…

Selesai menyantap Chicken Gordon Blue di Bon Cafe, kamipun ingin makan lagi ditempat makan yang khas di Surabaya. Tempat ke 3 hari ini sebenarnya bukan khas Surabaya tapi Khas Madura yang buka 24 jam yaitu Soto Wawan.

Bagi penggemar Soto, Soto ini wajib untuk dicoba karena Soto dengan model yang sama di Jakarta rasanya kalah banding dengan Soto ini. Tempat ini tidak berjarak jauh juga dari Bon Cafe. Dan agar tidak repot Taksi online kami, kami minta untuk menunggu.

Karena sepanjang malam di Surabaya, kami mendapati bahwa taksi online nampaknya sedang padat sekali order nya sehingga terkena tarif dobel.

Maka ketika kami memesan dan mendapatkan tarif normal kami lebih memilih untuk menggunakan taksi tersebut dan menunggu kami marathon kuliner. Hehehe….

Bagi penggemar Soto, Soto Wawan ini begitu lezat. Apalagi seperti yang kita ketahui bahwa Soto begitu enak ketika disantap langsung.

Sehingga untuk yang kali ini saya dan Ryan tidak berbagi 1 mangkok tapi sendiri-sendiri, hihihi… Karena kesukaan kami untuk isi dari soto berbeda. Saking enaknya, kami sampai memesan porsi tambahan.

Selesai berkuliner di area Surabaya bagian Timur, kami mau kuliner di area Barat. Hanya memang kami melihat jam sudah hampir jam 22.00 khawatir sudah banyak yang tutup mengingat ini adalah hari minggu bukan malam minggu.

Namun karena besok sudah pulang kembali ke Jakarta, kami tetap ingin jalan-jalan sejenak ke Surabaya Barat.

Perjalanan lancar di malam hari dan tidak sampai 20 menit kami sudah sampai ke area tempat taman makan. Namun sayang nya sudah tutup dikarenakan mereka tutup jam 10.

Kami akhirnya hanya bisa foto-foto sebentar dan kembali lagi menuju hotel kami dan selesailah marathon kuliner kami DI Surabaya hari ini.

Midtown hotel yang kami tinggali adalah sebuah hotel yang dekat dengan Tunjungan plaza dan relatif baru. Dengan design yang modern serta ditengah kota, hotel ini juga nyaman dari kamarnya yang cukup luas dan dengan harga yang terjangkau maka kami bisa memberikan 9/10 untuk hotel Midtown hotel

Part 3 Short Trip to Surabaya dan Malang

Day 3

Pagi hari kami segera bersiap dan keluar dari hotel dan langsung check out. Jam menunjukkan jam 08.30. Pesawat kami baru jam 21.15 dan tentunya kami masih punya waktu berkeliling di Surabaya hari ini.

Sasaran pagi ini adalah membeli lemper khas di Surabaya yang terkenal dengan ukurannya. Bila lemper yang biasanya kecil, lemper ayam spesial 168 di Depot mie 168 yang terletak di Jl Walikota Mustajab.

Tiba disana kami memesan lemper untuk dibawa pulang dan kami menyantapnya masing-masing 1 lemper, lemper nya memang unik dengan daging suwir ayam yang manis dan banyak membuat rasanya begitu lezat dan kenyang karena ukurannya besar.

Lanjut pada tempat makan selanjutnya kami menuju ke kwetiau medan Apeng yang berlokasi di jalan Kedungdoro. Bila kiya pergi ke tempat ini di hari libur maka akan mendapati tempat ini begitu ramai, beruntungnya hari ini adalah hari senin sehingga setibanya disana kami dapat langsung duduk dan memesan.

Kwetiau medan 1 porsi yang kami pesan datang dan kami menyantapnya dengan semangat mengingat baru 1 lemper saja yang kami makan pagi ini dengan catatan lemper jumbo. Hahaha….

Selesai dengan kwetiau kini saatnya kami melaju ke Pasar Atom. Ya. Pasar ini adalah pasar wajib untuk saya terutama, sebab saya mau melihat-lihat baju dan kami juga akan lanjut dengan mengunjungi Bakwan yang legenda yaitu Bakwan kapasari!

Sampai di Pasar Atom yang sudah menjelang makan siang maka kamipun menuju Bakwan Kapasari yang terletak di lantai dasar dari Pasar Atom.

Suasana Bakwan kapasari siang itu relatif tidak padat berbeda dengan mengunjungi nya di hari sabtu dan minggu.

Kami memesan Bakwan dan usus goreng kesukaan kami dan juga memesan untuk bawa pulang ke Jakarta karena anak kami tercinta juga suka dengan usus gorengnya yang yummy.

Selesai makan di Bakwan Kapasari kami berkeliling dan melihat-lihat. Tanpa sadar waktu sudah semakin siang dan jam 14.30 kami akhirnya memutuskan untuk kembali keluar dari pasar atom dan masih ada 2 tempat tujuan lagi yang ingin kami kunjungi.

Saya tergolong penggemar sea food, di Jakarta ada rumah makan sea food favorit saya di Pesanggrahan namanya Telaga. Nah, di Surabaya katanya taste nya lebih enak! Jadi inilah 1 dari 2 tempat yang akan saya kunjungi di marathon kuliner ini. Hehehe….

Bila kemarin adalah bon Cafe, maka sore ini kami menuju bon ami. Beda antara bon ami dan bon Cafe adalah bon Cafe dari namanya kita bisa tau bahwa sebagai restoran tempat kita bersantap, sedangkan bon ami adalah tempat menjual kue alias bakery.

Jalanan surabaya di hari senin sudah mulai terasa macet.

Sehingga kami bergegas ke Bon Ami dengan target sampai di hotel sekitar jam 17.00 agar kami bisa packing dimana oleh-oleh

dan yang dibeli bawa pulang lumayan juga, mulai dari oleh-oleh dari Malang, lemper yang tadi pagi kami beli, Bakwan kapasari dan beberapa lagi.

Di Bon Ami kami membeli beberapa kue basah dan roti yang ingin kami makan ditempat dan dibawa pulang juga karena ada salah satu teman saya yang ngidam kue dari bon Cafe. Hehehe….

Sampai di hotel tepat waktu sesuai estimasi kamipun melakukan packing ulang dan jam 18.00 kami sudah siap meluncur ke bandara mengingat perjalanan dari hotel Midtown berkisar 1 jam untuk menuju bandara mengingat berbarengan dengan pulang kantor maka perjalanan juga akan cukup padat.

Taksi online kami sampai sekitar jam 18.10 dan kamipun berangkat dari hotel Midtown ke bandara Juanda.

Sekitar jam 19.15 kami tiba di bandara, kamipun bergegas, ditengah jalan sms masuk ke Ryan dan diinfokan bahwa pesawat kami delay hingga 21.45. Wah akan semakin malam nih pulang nya.

Akhirnya sampai di bandara, Ryan menuju ke costumer service citilink untuk meminta reschedule ke pesawat jam 20.00. Beruntung kami bisa mendapatkan reschedule dan kami bisa terbang lebih awal.

Perjalanan kami dengan citilink menuju Bandara Soekarno-Hatta terminal 1C cukup lancar dengan kondisi berawan sehingga beberapa turbulensi, namun kami mendarat selamat dan tepat waktu.

Kami menuju ke rumah kami kembali dengan taksi online dan selesailah perjalanan singkat kami selama 3 hari 2 malam untuk marathon kuliner di Surabaya dan Malang.

Sampai bertemu lagi dalam catatan perjalanan kami selanjutnya! 🙂