~Setiap Perjalanan Pasti Punya Cerita~

Ide jalan-jalan ke Korea di tahun 2016 akhirnya terlaksana. Setelah disibukan oleh tiket, visa dan pencarian tempat tinggal, saya bersama dua rekan berlibur pada bulan Mei 2017. Itinerary kami buat berdasarkan kesepakatan bersama yang didalamnya mencakup wisata alam, kuliner, dan tentunya wisata belanja.

Hello, Korea!

Pendaratan pertama kami adalah bandara Incheon. Mengacu pada itinerary, kami bergegas keluar dari bandara menuju China Town di kota Incheon. Makanan pertama kami adalah Jajangmyeon, Jjampong dan Tangsuyuk (non halal). China Town penuh dengan pengunjung, dan yang paling menyenangkan adalah banyak sekali stand makanan disana (surganya pencinta kuliner). Kita bisa explore China Town sambil foto-foto narsis.

 

Gwangmyeong Cave Wine Day Tour

How lucky I am, empat hari sebelum keberangkatan kami ditawari free tour oleh salah satu mahasiswa Indonesia yang belajar di Korea. Kami menggambil free tour tersebut dan tidak menyesal sama sekali walaupun harus menggeser itinerary kami. Terbayar sudah dengan menyusuri gua, menonton pertunjukan laser, dan berakhir dengan testing wine dan keju. Liburan kali ini sungguh berbeda dari yang kami bayangkan.

Gapyeong (Nami Island, Petite France, dan Garden Morning Calm)

Keindahan Nami Island mendorong kami memasukan tempat ini ke dalam daftar lokasi yang harus kami kunjungi. Seharian penuh kami mengitari tiga tempat wisata ini sekaligus karena masih dalam satu kawasan wisata. Menyebrang pulau ke Nami Island dengan passport Nami, foto-foto cantik di Petite France, tempat yang pernah menjadi tempat shooting Running Man dan melihat keindahan bunga di pemberhentian terakhir, Garden Morning Calm. Kami harus mengejar bus terakhir kala itu agar bisa kembali ke Seoul. Bonus untuk saya sekaligus tanda sah ke Garden Morning Calm adalah plester di lutut kanan hahahaha.

Seoul City Tour

Tiga hari terakhir di Korea, kami habiskan untuk berkeliling kota Seoul bersama adik saya yang sedang tinggal di Korea. Senang rasanya di negeri orang, lumayan bisa banyak bergerak dan membuang kalori karena menggunakan transportasi umum, Banyak sekali tempat yang kami kunjungi, berikut highlightnya :

Myeongdong.  Tempat pertama yang kami cari adalah LINE STORE. Foto dengan Giant Brown dan belanja pernak-pernik LINE. Tidak lupa berbelanja masker dan kosmetik dong karena sepanjang jalan penuh dengan konter kosmetik ternama. Jajan aneka makanan khas korea seperti odeng, kimbab, onigiri khas 7-11, hotteok dan susu pisang. Kami juga mengunjungi Gereja Khatedral di kawasan tersebut.

Trick Eye Museum and Ice Museum.  Di Trick Eye Museum kami cukup berpose cantik dan berdiri di spot yang tepat untuk mendapatkan hasil foto terbaik dengan efek 3D. Bergantian melakukan foto ala-ala dan candid tentunya menjadi kesenangan tersendiri. Masih di satu kawasan, kami menginjakan kaki di Ice Museum dan brrrrrrrr freeze. Bibir kami mulai membiru hanya untuk mendapatkan beberapa foto di dalamnya.

Banpo Bridge. Yang tidak boleh terlewatkan di Seoul adalah air mancur (Rainbow Fontain)  sore hari di pinggir sungai Han. Cantik sekali efek lampu dan lagu yang disajikan. Pastikan datang disaat belum gelap ya guys agar kebagian tempat duduk dengan posisi yang pas.

 

 

Ehwa Women dan KIST University. Ehwa Women University terkenal dengan pemandangan nya yang indah. Luasnya Ehwa membuat saya terseok-seok dan seringkali berhenti di spot-spot tertentu (untuk foto sih hahahaha). Yang unik adalah ketika kami berada di KIST. Kami mencoba golf mini gratis karena adik saya merupakan warga KIST kala itu. Di sekitar KIST, saya disuguhi tontonan kawan-kawan yang suka bermain Claw Machine hahahaha.

Gyeongbokgung Palace. Kata teman saya, keberuntungan selalu berpihak pada kami. Di depan palace, kami ditawari berfoto menggunakan properti (dan difotoin bertiga juga) plus masing-masing dari kami diberi notes, sticky notes dan bolpoin khas Korea. Senangnyaaaaaaa. Ketika akan masuk, beruntung kami dapat melihat terlebih dahulu prosesi pergantian pengawal.

 

 

Bukchon Hanok Village. Foto-foto di area rumah-rumah khas Korea. Eits, kami dapat bonus lagi lohhhh. Perbaikan gizi di gelaran Budha’s Birthday yaitu buah-buahan segar dan sekantong snack setelah selesai acara.

Gwangjang Market. Kami memang kesini pagi hari untuk mencari makanan lokal. Disini saya dipaksa membantu teman saya menghabiskan makanan khas Korea yang dia pesan 2 porsi sekaligus hahaha. Ternyata porsinya banyak sekali dan masih disajikan dengan kuah sup.

Dongdaemun Market. Pencarian oleh-oleh dimulai. Semua ada mulai dari gantungan kunci khas korea, gunting kuku, dompet koin, tas ala korea yang kekinian, kaos dan baju style korea, anting-anting lucu, casing HP sampai kaos kaki bergambar ramen.

Starbucks. Kalau ini, teman saya kedapatan titipan teman untuk tumblers. Kembali beruntung, karena teman saya “cukup” baik hahahahaha saya dapat kopi gratis dari kupon beli tumbler. Terimakasih loh.

Insadong. Daerah ini merupakan pusat oleh-oleh juga tapi lebih ke barang-barang antik. Kami berjalan-jalan menikmati sore hari sebelum akhirnya mencari tempat pembelanjaan yang sering saya sebut surga oleh-oleh.

Lottemart. Yap, surganya oleh-oleh adalah hypermarket besar hahahaha. Berjam-jam mengitari toko dan melihat-lihat makanan unik untuk dibawa ke tanah air. Samyang, lotte choco pie, honey butter chips, honey butter almond, permen ginseng, dan yang paling enak dari semuanya adalah spam (ham ala korea – non halal).

Mencicipi makanan khas korea, berinteraksi dengan orang-orang lokal menggunakan MRT, serta mengikuti acara Budha’s Birthday di area Hanok Village menjadikan jalan-jalan kami jauh lebih menyenangkan dibandingkan ikut tour. Banyak pengalaman unik dari kisah 6 hari 5 malam kami di Korea. Keberuntungan pada edisi Jalan-Jalan Korea ini sangat beruntun. Sampai-sampai hotel kamipun diupgrade tanpa tambahan biaya lagi.

Jelas, yang paling dikangenin dari Seoul itu ya Banpo Bridge. Suka banget sama Hangang Park, bersih sekali tempatnya. Dengan ditemani kimbap dan mie instant, kami menikmati senja menunggu tarian air mancur dari sisi jembatan yang diiringi dengan alunan musik. Dan yang belum kesampaian adalah Yeuido Park, pengen pose cantik di I SEOUL U. Disamping itu, keindahan pulau Jeju pun belum sempat dicicipi karena keterbatasan waktu. Semoga dilain kesempatan bisa ke tempat-tempat tersebut.

“I gradually opened my eyes, understood the nature, and I loved it” Claude Monet.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here