Ini dia hari yang jauh lebih bersemangat! Kenapa? Karena kami harus bangun lebih pagi agar bisa sempat sarapan dulu dan bisa mengejar schedule bus yang mengantar kami ke Shirakawago yaitu jam 8.40.

Jam 6.30 kami sudah turun ke lantai 1 tempat kami breakfast. Wah restoran tempat breakfastnya mirip sama rumah oshin nih!

Pilihan makanan sangat beragam! Dan semuanya enak-enak! Seperti biasa kalau Ryan pasti nyari kari, tapi kata dia sih kari di Toyoko Inn Mishima masih lebih enak, saya juga setuju, tapi keduanya sama-sama enak!

Selesai sarapan, kami bergegas menuju Kanazawa Station. Nah ingat! Anda perlu menunggu bus menuju Shirakawago di East Gate (tepat di depan pintu masuk mal Forus berdekatan dengan Starbucks di halte nomor 2, Anda bisa dapatkan petunjuk dengan jelas koq :

Akhirnya kami tiba di Shirakawago! Begitu turun dari bus, udara yang cukup dingin mulai terasa, dan semakin lama kami beradaptasi ternyata udaranya makin dingin!

Nah mari kita belajar dulu bagaimana caranya mengeksplorasi Shirakawago.  
Jadi Shirakawago adalag sebuah pedesaan, dimana menjadi salah satu desa warisan dunia Unesco World Heritage.  
Oh ya, kalau Anda perhatikan ketika Anda memesan bus menuju Shirakawago terdapat pemberhentian Gokayama. Dan tidak lama bila Anda menggunakan rute Kanazawa – Shirakawago dengan rute transit Gokayama maka Anda setelah melewati rute berbelok-belok Anda akan berhenti sebentar lalu baru sampai di Shirakawago.  
Jadi sebenarnya area ini terdapat 2 tempat menarik yang bisa Anda kunjungi, yaitu Shirakawago dan Gokayama. Banyak yang mengira Gokayama dan Shirakawago adalah tempat yang sama, jawabannya adalah berbeda. Meskipun keduanya sama-sama pedesaan.  
Untuk perjalanan kami kali ini, kami tidak mengunjungi Gokayama, namun Gokayama dan Shirakawago dari beberapa kali kami browsing memiliki kesamaan berupa desa yang menarik untuk di eksplorasi dan tentunya bagus buat di foto!  

Jangan lupa untuk mengunjungi Tourism Information agar Anda bisa melihat peta dari Shirakawago ya :

Jadi ada 5 tempat yang biasanya dikunjungi ketika seseorang mengunjungi Shirakawago salah satunya adalah observatory deck, dan 4 lagi adalah :

  1. Shirakawa Hchiman Shrine
  2. Heritage Museum
  3. Wada House
  4. Myozenji

Pada kunjungan kami diantara 5 ‘tempat wajib’ dikunjungi di Shirawakawago kami mengunjungi 4 dari 5 tempat, kenapa? Karena kami kerepotan untuk berfoto dari tiap spot ke spot lainnya! Hehehe….

Bila Anda memulai dari Observatory deck seperti yang kami lakukan maka Anda akan melewati The Heritage Museum karena The Heritage Museum memiliki posisi yang berjauhan, sehingga Anda dapat mengaksesnya sebagai berikut bila Anda ingin mengunjungi The Heritage Museum :

Jadi Anda perlu melewati jembatan dan kembali ke jembatan tersebut untuk bisa kembali ke tempat halte bus yang membawa Anda kembali ke Kanazawa.

Setelah mengunjungi Observatory Deck kami mengunjugi Wada House, Wada House adalah rumah tertua di area Shirakawago dan terluas, semua yang ada di rumah tersebut masih original. Oh ya selain itu tumah ini juga masih dihuni oleh dari keturunan pemilik rumah ini.

Selama Anda berjalan menyusuri jalan-jalan di pedesaan Shirakawago, bila Anda hobi foto maka siap-siap saja untuk selalu berhenti dari 1 spot ke spot lainnya.

Nah, ada juga nih tips yang mau saya berikan, bila Anda berjalan menyusuri desa ini, Anda akan menemukan rumah-rumah yang berjualan, mulai dari jualan pernak-pernik, makanan dan kerajinan.

Jadi semua perumahan di desa ini adalah milik pribadi dari orang-orang yang tinggal, bahkan ada yang tinggal sebagai tempat tinggal sehari-hari, jangan sembarangan masuk pada rumah yang ada, perhatikan tulisan ‘private property’.

Bila Anda perhatikan dengan teliti, maka nama dari daerah ini bukan hanya tertulis Shirakawago, melainkan Shirakawa-go Ogi-machi gassho style village “Ogi-machi Park”, Kenapa sepanjang itu?

Jadi saat ini sebenarnya Anda sedang berada di Desa Ogimachi dan model-model rumah yang ada di Desa ini berbentuk gassho style yang artinya berbentuk tangan yang berdoa. Rumah di desa ini dibangun dengan unik, karena dibangun tanpa paku, atapnya memiliki ceiling tinggi membentuk tangan yang sedang berdoa. Dampak dari model ini, membuat salju tidak menumpuk di musim dingin.

Yang mana yang disebut Gassho style itu? Nah ini adalah contoh rumah yang disebut gassho style:

Lalu bila Anda menginap di Shirakawago, maka Anda bisa menginap di beberapa rumah yang disewakan alias bisa Anda tinggali. Kalau Anda mau menginap maka pastikan booking dari jauh-jauh hari karena jumlah rumah nya terbatas dan asal Anda tau saja bahwa Shirakawago adalah daerah yang favorit untuk dikunjungi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here