CLIMB MOUNTAINS WITH BIG FAMILIES by Kamilah Aisya

0
285

Alam adalah tempat dan tujuan yang selalu aku sukai di setiap perjalanan ku. Lahir dan tumbuh bersama alam.

Aku teringat kejadiaan di beberapa waktu lalu, sebuah pengalaman baru aku dapatkan lagi. Yang sebelumnya hanya bepergian bersama teman-teman ataupun kakak laki-laki, tetapi kini aku melakukannya bersama keluarga besarku.

Disaat orang lain bersama keluarganya bertamasya ria ke pantai, aku dan keluarga besarku melakukannya ke gunung.

Wow, gunung!

Yaps, kami ke Danau Gunung Tujuh, kabupaten Kerinci, Jambi.

Di hari pertama, kami berangkat menuju kabupaten kerinci selama 4 jam perjalanan. Sesampainya disana, tempat pertama yang kami tuju adalah kebun teh Kayu Aro. Kebun teh tertua di Indonesia dan ada saat masa penjajahan colonial Belanda, serta kebun teh terluas dan tertinggi kedua di dunia. Kebun teh ini menyuguhkan pemandangan luar biasa, karena berada di kaki gunung kerinci.

Wow! Fakta baru lagi.

Selanjutnya, kami melanjutkan perjalanan ke Villa, disana kami melakukan acara kumpul keluarga dibarengi dengan bakar-bakar jagung.

Oiya, kalian tahu suhu disana berapa? Siang hari saja suhunya mencapai 17 derajat celcius, kawan. Kalian bisa bayangkan kan bagaimana dinginnya suhu di malam hari nya?

Makanya, bakar-bakar adalah pilihan tepat untuk sekalian menghangatkan badan.

Namun, acaranya tidak sampai larut malam, karena esok pagi, kami harus menyiapkan stamina untuk melakukan pendakian.

Nah, tibalah saatnya kami sekeluarga besar melakukan perjalanan yang akan sangat melelahkan ini bagi yang belum pernah melakukannya. Perisapan bekal dan pemanasan telah dilakukan.

And we are ready..

Dan disitulah, kekeluargaan kami di uji. *Aseekk wkwk

Para lelaki tangguh harus sigap dan siaga terhadap rengekan para wanita. Ada yang minta pulang lah di tengah perjalanan, bahkan ada yang pengen poop di tengah hutan belantara itu. Haha..

Tetapi itulah kenikmatan perjalanan ini, perjalanan baru bersama keluarga itu ternyata nikmatnya berbeda yaa.

Akhirnya kami pun sampai di puncak nya setelah menempuh perjalanan 4 jam, dan harus menuruni gunung itu untuk sampai ke sebuah Danau Gunung Tujuh. Danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau yang di apit oleh tujuh gunung.

Sungguh luar biasa ciptaan Allah s.w.t

Disana cuacanya sangat dingin. Namun, itu tak masalah. Kami pun menaiki sampan yang tersedia disana mengelilingi danau. Hingga saat siang menyingsing, kami beranjak turun. Karena tak ingin sampai dibawah kemalaman.  Perjalanan turun lebih cepat disbanding pendakian, karena jalannya menurun. Hehe

Meskipun kami semua kotor-kotoran, lelah, lecet karena sering terjatuh, tetapi ada kepuasan yang didapatkan setelah melakukan pendakian bersama.

Tak hanya karena pemandangan nya yang indah,  namun juga banyak pelajaran baru yang aku dan lainnya rasakan. Salah satunya kita bisa menghargai waktu dan orang, bisa menegenal banyak hal yang sebelumnya kita tidak  tahu, bahkan menambah banyk teman.  Pola pikir kita pun akan lebih terbuka nantinya saat melihat dunia.

Mulailah dan teruslah lakukan perjalanan yang akan membuat dirimu lebih dewasa.

 

-AISYA KAMILAH-

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here