Bukan Travelling Biasa by Thenny Nanda

0
598

Gue gapernah ngebayangin sebelumnya kalau negara pertama yang gue kunjungin itu adalah Thailand. Ini pertama kalinya gue pergi keluar negeri, pertama kalinya naik pesawat, dan pertama kalinya pergi jauh dari orang tua gue yang bisa dibilang cukup lama. Gimana gak dibilang lama, karna gue aja perginya enam minggu atau 45 hari. Serasa mudik dah, tapi mudik juga kagak selama itu ya wkwk. Kenapa kok lama banget perginya ? Baca sampai habis ya, kalian akan tau sendiri nanti hehe.

 

Jadi gue berangkat ke Thailand itu tanggal 13 Juli 2017. Alhamdulillah nya kuliah gue udah liburan semester, jadi ya pas banget dong masa liburan gue dipakai buat travelling. Eits, tapi ini bukan travelling biasa lohhh. Sesampainya di Bangkok, gue ketemu dengan orang-orang dari Negara Portugal, Thailand, Vietnam, China, Brazil, Poland, Turki, Kanada, Mesir, Spanyol, dan Meksiko. Kita ditugaskan untuk bawa hal-hal yang berhubungan dengan negaranya masing-masing. Nah kalo gue sih jelas bawa bendera merah putih kebanggaan dan juga mie instan kebanggaan wkwkwk. Gak cuma itu gue juga bawa gantungan kunci berbentuk monas dan gendang yang nantinya akan gue kasih untuk orang-orang yang spesial. Hmm kira kira siapa hayoo ?

Nah di sini gue juga ketemu temen baru yang namanya Thuy Trang dari Vietnam. Awalnya dia ngira kalo gue dari Malaysia dan Trang kaget ketika tau gue masih umur 17 tahun waktu itu. Dia juga tertarik banget dengan hijab yang gue pakai. Selain cantik, dia juga baik dan dia bilang kalo suatu saat gue ke Hanoi, dia bakalan ngajak jalan-jalan. Doain semoga gue bisa ke Hanoi dan temu kangen dengan Trang yaa kawan-kawan, aamiin.

 

Tanggal 16 Juli 2017 gue diberangkatkan ke Provinsi Chonburi yang kalau naik mobil van hanya sekitar dua jam dari Bangkok. Sampai lah gue di Nong Pai Kaeo School dan langsung disambut oleh Teacher Poo yang akan mendampingi gue selama di sini. Yaaa benar sekali, gue akan mengajar Bahasa Inggris dasar untuk anak-anak SD di sini selama enam minggu. Masih terlekat di benak gue ketika pertama kali bertemu dengan mereka. Mungkin itu adalah pertama kalinya untuk mereka yang melihat orang semacam gue, maksudnya dengan hijab yang gue pakai. Kalian tau kan kalau di Thailand mayoritas agamanya adalah Buddha ? Dan gak pernah kepikiran sebelumnya kalau gue akan jadi minoritas seperti ini untuk enam minggu ke depan. Gak ada masjid, gak ada suara adzan, beli makanan harus hati-hati karna banyak mengandung babi, dan banyak anjing berkeliaran.

Jika di Indonesia upacara bendera dilaksanakan hanya setiap hari senin, bedanya di Thailand adalah upacaranya dilaksanakan hari senin sampai jumat. Di awali oleh penaikan bendera, lalu laporan piket kelas dari masing-masing ketua kelas, sambutan dari guru yang bertugas pada hari itu, senam hanya untuk hari selasa, dan ditutup doa dengan tata cara Agama Buddha. Ketika jam makan siang tiba, mereka menuju ke kantin dengan makanan yang sudah disediakan dari juru masak. Sudah diajarkan mandiri sejak kecil, mereka membawa alat makan masing-masing dari rumah dan setelah selesai makan mereka mencuci piringnya sendiri. Lalu uniknya di Thailand adalah ulang tahun raja adalah hari libur nasional. Kegiatan belajar mengajar memang diliburkan, hanya saja tetap ada perayaan untuk ulang tahun raja di sekolah masing-masing dan gue berkesempatan untuk ikut merayakannya.

Waktu itu, lagu baby shark sedang viral dan banyak dinyanyikan oleh anak kecil maupun orang dewasa di Indonesia. Tidak mau kehilangan momen, gue mengajarkan lagu tersebut ke murid-murid di sana dan mereka bisa memahami lagu tersebut dengan mudah karna diiringi dengan video yang lucu. Tidak hanya Bahasa Inggris yang gue ajarkan, tetapi lagu ampar-ampar pisang yang diiringi dengan tepuk-menepuk tangan juga mereka sukai. Oh iya di sana juga ada permainan karet seperti di Indonesia. Lucu nya adalah ketika gue ikut bermain dengan anak-anak, terus tiba-tiba celana yang gue pakai robek donggg, untungnya gak ada anak yang ngeliat wkwk.

Hari Ibu di Thailand dirayakan seperti pentas seni, ada kompetisi tari tradisional, membaca puisi tentang ibu, dan bernyanyi bersama. Mereka menggunakan baju bernuansa biru muda untuk merayakannya. Hal tersedih buat gue adalah ketika melihat murid-murid semacam sungkem dan memeluk ibunya masing-masing, disitulah gue merasa, Ya Allah gue pengen meluk emak gue juga saat ini. Home sick terkadang datang begitu saja bung dan membuat rindu yang ada di Indonesia. Termasuk doi. Eh gadeng bercanda wkwkwk.

Jujur pada awalnya gue berdoa semoga diajak jalan-jalan bareng kepala sekolah dan semua guru. Dan alhamdulilah akhirnya terjadi pada minggu kelima gue di Thailand. Kepala sekolah ngajak gue untuk jalan-jalan sama semua guru dan kita akan pergi ke Thailand Utara. Jauh banget cuy, kita dari Thailand Selatan soalnya. Bayangin aja ke sana naik Bus bakalan kayak gimana ini badan pegelnya. Tapi gapapa yang penting gratis dibayarin kepala sekolah. Baik banget kaaannn ?? Hal mengharukan lainnya adalah ketika waktu makan telah tiba, mereka selalu menjaga gue dari makanan yang mengandung babi. Momen yang cuma bisa gue rasain di Thailand. Dan juga kita mampir ke perbatasan Thailand-Myanmar jugaaa hehe walaupun cuma setengah hari berkunjung ke Myanmar, yang penting udah nginjekkin kaki di sana wkwkwk.

Hari untuk pulang ke Indonesia akhirnya tiba. Dan semakin berat rasanya untuk meninggalkan mereka yang selalu mengucapkan “Good Morning Teacher !”. Yang selalu memelukku ketika bertemu. Yang selalu menunjukkan senyum dan tawa mereka yang membuat hari-hariku semakin berwarna. Gantungan kunci yang gue bilang di awal cerita, itu buat mereka. Pagi-pagi gue keliling kelas untuk letakkin gantungan kunci itu di kolong meja mereka masing-masing. Niatnya ingin buat mereka senang sebelum akhirnya kami benar-benar berpisah. Mereka juga banyak memberiku kartu ucapan yang berisi kalimat-kalimat manis. Ada juga yang memberiku boneka, sapu tangan, tempelan kulkas, dan masih banyak yang lainnya. Inilah travelling yang aku maksud. Bukan travelling biasa, tetapi travelling yang luar biasa. Bukan juga travelling yang niatnya hanya untuk foto-foto dengan pemandangan yang indah. Tetapi travelling yang niatnya bermanfaat untuk siapapun. Tidak peduli darimana asalnya, apa agamanya, apa budayanya. Karna bukankah hakikat hidup manusia adalah bermanfaat untuk orang lain ? ?

 

 

So I say a little prayer

And hope my dreams will take me there

Where the skies are blue to see you once again, my love

Over seas from coast to coast

To find the place I love the most

Where the fields are green to see you once again, my love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here